Terbaru

6/recent/ticker-posts

Bhs Indonesia 3: Membaca Puisi

1. Memahami puisi yang dibacakan

Kalian sudah sudah sering berlatih menulis puisi bukan? Puisi dapat dinikmati jika dibacakan dengan baik. Membaca puisi yang baik harus memperhatikan lafal, intonasi, dan ekspresi.

Coba kalian dengarkan puisi yang akan dibacakan dengan baik oleh guru berikut!

Christina Martha Tiahahu

Martha gadis yang pemberani

Sejak kecil kau sertai ayahmu di medan laga

Bertempur melawan Belanda

Membela tanah tumpah darah

Tanah kelahiran tercinta

Martha, tak pernah kau peduli dengan dirimu

Tahun demi tahun usiamu berlalu

Tempatmu berpindah-pindah

Dari satu pertempuran ke pertempuran lainnya

Martha yang ikhlas berjuang

Gadis remaja yang menjadi bunga bangsa

Kau relakan juangmu untuk nusa bangsa

Kau ikhlaskan darah dan nyawamu bagi Indonesia

Di hari satu Januari 1818

Dikau dibuang lawan ke Pulau Jawa

Namun dikau gugur dalam perjalanan

Antara Pulau Buru dan Pulau Tiga kau terkubur

Kau kembali ke pangkuan bumi Indonesia

Sides Sudiyarto Ds

Puisi di atas cukup sederhana, sehingga isinya dapat dipahami dengan mudah. Pikiran utama yang kita dapatkan dari puisi tersebut adalah :

a. Martha gadis pemberani.

b. Martha tidak mempedulikan diri sendiri.

c. Martha ikhlas berjuang.

d. Martha gugur.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat!

a. Siapakah gadis pemberani yang gugur sebagai pahlawan dalam puisi di atas?

b. Di manakah Martha gugur?

c. Kau kembali ke pangkuan bumi Indonesia. Apakah maksud kalimat itu?

d. Ketika gugur menjadi pahlawan, apakah Martha sudah bersuami?

e. Apakah buktinya kalau Martha tidak mempedulikan diri sendiri? Jelaskan!
2. Membaca puisi anak dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat.

Perhatikan puisi berikut ini!

Kapal Udara

Gegar gentar suara mesin

Raja udara menguasai udara

Menderu gemuruh berpusing miring

Bagai burung mengintai mangsa

Raksasa udara melaju jauh

Berbalik pula puluh menyerbu

Terdahulu satu

Puluhan menderu

Mata bersinar

Semangat berkobar

Kapan zamanku menghadapi pula

Raksasa dunia kepunyaan kita

Maria Amin

a. Bacalah puisi di atas dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat sesuai contoh gurumu!

b. Berikanlah penilaian terhadap pembacaan puisi oleh temanmu! Penilaianmu dapat mengacu pada hal-hal di bawah ini:

1. Apakah temanmu membaca puisi dengan ucapan yang jelas?

2. Apakah temanmu membaca puisi dengan suara yang keras dan jelas, sehingga dapat didengar oleh siswa satu kelas?

3. Apakah intonasi yang digunakan sudah tepat?

4. Apakah temanmu membaca puisi dengan menggunakan mimik (gerakan tangan dan wajah) yang tepat?

5. Apakah temanmu membaca puisi dengan penuh penghayatan?

Mari kita lagukan puisi di bawah ini!
Jasa Guru

Kita jadi bisa menulis dan membaca karna siapa

Kita jadi tahu beraneka macam ilmu karna siapa

Kita jadi pintar dibimbing Pak Guru

Kita jadi pandai dibimbing Bu Guru

Gurulah Pelita

Penerang dalam gulita

Jasamu tiada tara

Jasa Nelayan

Tak kan ada ikan tuna di meja makan

Tanpa ada jerih payah nelayan

Daging ikan sumber protein tinggi

Disukai semua manusia

Tiap malam berada di tengah lautan

Ombak badai menerjang dan mengguncang

Oh, nelayan bekerja pada malam dan petang

Demi kita yang membutuhkan pangan

Posting Komentar

0 Komentar