Terbaru

6/recent/ticker-posts

Larry Page dan Sergey Brin, Duo Anak Muda Pendiri Google Sang Penguasa Jagad Maya

Tak lebih dari 10 tahun sejak mendirikan Google Inc., duo pendirinya  Larry Page dan Sergey Brin masuk dalam jajaran miliuner muda dunia yang mendapatkan kekayaan dengan usaha sendiri.      
Siapa tak kenal Google yang populer diplesetkan di Indonesia dengan sebutan ‘Mbah Google’? Inilah mesin pencari (search engine) internet yang kini menjadi situs paling tenar di seluruh jagat. Tak hanya itu, karena situs ini pula, pendirinya Larry Page dan Sergey Brin tercatat oleh majalah Forbes memiliki kekayaan senilai 17,5 miliar dollar AS atau hampir Rp 17,5 triliun pada tahun lalu.        
Membangun mesin pencari ini sejak 1996, Larry dan Sergey dinobatkan juga oleh majalah Forbes sebagai orang terkaya di dunia urutan ke-24.
Tahun sebelumnya, keduanya menempati peringkat ke-26 dengan nilai kekayaan 12 miliar dollar AS. Dengan jumlah kekayaan itu, dua sekawan ini mampu membeli pesawat jenis Boeing 767 untuk keperluan pribadi mereka.
Dalam laporan keuangan tahun 2010 yang belum diaudit, Google Inc. mencatat pendapatan 29,32 miliar dollar AS. Penghasilan ini melonjak 24% dibandingkan 2009 yang hanya sebesar 23,65 miliar dollar AS. Laba bersih perusahaan mesin pencari ini mencapai 10,38 miliar dollar AS atau naik 35% daripada keuntungan tahun sebelumnya sebesar 8,31 miliar dollar AS.
Selama 2010 lalu, pendapatan dari situs Google sendiri mencapai 19,44 miliar dollar AS. Sedangkan, pendapatan dari situs kerja sama atau Google Network tak kalah fantastis, 8,79 miliar dollar AS.
Pada tahun lalu, nilai total aset perusahaan ini juga mencapai 57,85 miliar dollar atau naik dibandingkan dengan 2009 yang hanya 40,5 miliar dollar AS. Adapun aset lancarnya mencapai 34,98 miliar dollar AS. Aplikasi Google yang sudah diterapkan dalam ponsel pintar atau smartphone makin meningkatkan pangsa pasar perusahaan ini sejak November 2008.
Meski sederet prestasi telah diraih, namun semua belum membuat kedua pendirinya puas. Setelah 10 tahun lebih Google dipimpin Eric Schmidt (55) sebagai Chief Executive Officer (CEO), Larry Page akhirnya kembali menempati posisi puncak itu kembali per 4 April 2011.
Sedang Eric Schmidt yang menjabat sebagai CEO sejak 2001, kini menjabat sebagai Executive Chairman yang bertugas menjalin hubungan dengan pemerintahan dan berbagai lembaga. Sedangkan Sergey Brin tidak masuk ke jajaran struktural manajemen. Namun ia masuk sebagai salah satu pendiri Google Inc.
Bukan tanpa sebab Larry Page kembali turun gunung. Salah satu hal yang membuatnya ikut cawe-cawe karena selama beberapa tahun terakhir pertumbuhan Google justru melambat. Sejumah analis menilai, kondisi ini kepemimpinan tiga orang di pucuk kepemimpinan Google (Larry Page-Sergey Brin dan Eric Schmidt). 
Tak mau menunggu lama, Larry Page pun langsung melakukan peremajaan, yakni dengan menunjuk 7 eksekutif baru yang akan mengetuai divisi-divisi terpenting Google, yang nantinya akan melapor langsung kepadanya.
Beberapa orang itu adalah Andy Rubin yang dipasang sebagai Senior Vice President. Posisi Rubin menggantikan Jonathan Rosenberg yang ‘dipecat’ setkembalinya Larry ke struktur organisasi. Rubin diberi tugas melakukan pengembangan software ponsel Android. Selanjutnya, Salar Kamangar yang mengurusi YouTube dan video, Sundar Pichai yang mengepalai sistem operasi dan peramban Chrome, serta Vic Gundotra, yang akan fokus pada strategi jejaring sosial Google untuk bisa berkompetisi dengan Facebook Inc.
Khusus tentang Facebook, Larry Page sendiri pernah dibuat ‘jengkel’ dan risau. Pasalnya, popularitas situs jejaring sosial Facebook di mesin pencari Google justru paling banyak dicari meski posisi Google sebagai situs mesin pencari nomor satu tetap tidak terusik. Di Amerika Serikat, pada tahun lalu, Faceboook menempati urutan pertama sebagai situs yang paling banyak pengunjungnya, menggeser dominasi Google.
Facebook menempati peringkat pertama untuk kata kunci pencarian yang paling banyak digunakan sepanjang 2010. Dalam dua tahun terakhir, situs ini mengalami perkembangan yang sangat pesat.
Banyak analis dan pelaku pasar memprediksi, Larry Page nantinya juga bakal merilis situs jejaring sosial untuk menandingi Facebook. Untuk bisnis sistem operasi ponsel pintar dan tablet, Google juga bersiap-siap meluncurkan Ice Cream dan Honey Comb.
Inilah semangat para pendiri Google. Para analis menilai langkah ini untuk membabat jalur birokrasi, dilakukan sebagai upaya untuk mengembalikan semangat inovasi perusahaan seperti di masa-masa awal kesukesan Google.
Menurut Collin Gillis, analis dari BGC Partners, Larry tengah berupaya memulainya lagi dari awal. “Jelas, dia tidak sekadar menjadi Eric Schmidt 2.0 (penerus kebijakan Eric Schmidt - red),” kata Gillis dikutip dari situs LA Times.
Kini Google adalah perusahan berpendapatan tahunan hampir 30 miliar dollar AS atau sekitar Rp 258,6 triliun, dan memiliki lebih dari 24.000 karyawan. Seiring dengan membesarnya perusahaan, pertumbuhan Google beberapa tahun terakhir semakin lambat. Praktis, Google mengandalkan pemasukan utama dari bisnis iklan pencarian. Hal ini membuat saham Google tidak sebaik pesaing lain.
“(Larry) Page ingin melakukan sesuatu yang tak pernah dilakukan perusahaan lain, menjadi besar di bidang inovasi. Mengalahkan perusahaan lain yang datang sesudahnya, dan kembali lagi untuk melakukan hal sama,” kata Steven Levy, pengarang buku mengenai Google berjudul ‘In the Plex, How Google Thinks, Works and Shapes Our Lives’.
Sejarah awal perusahaan besar itu bermula tahun 1996. Ketika itu, Page memiliki ide untuk menggunakan link antara halaman situs untuk menemukan halaman paling sesuai. Dari situlah, mereka berdua merintis mesin pencari.
Pada 1998, kedua sahabat ini terus menyempurnakan teknologi Google. Google Inc pun berdiri secara resmi pada 7 September 1998 dengan menempati kantor sewaan di wilayah Menlo Park, California.
Di mata karyawan, Larry Page sosok bos yang tak pernah lupa untuk menyejahterakan karyawan. Ini pula yang dinyakini Page sebagai kunci kesuksesan membesarkan Google. Tak heran, para karyawannya loyal, profesional sekaligus punya dedikasi tinggi pada perusahaan. Ini pula yang menyebabkan para pencari kerja begitu berminat bergabung di perusahaan internet ini. Hingga kini, Google menjaring sekitar 16.000 karyawan.
Di atas lahan seluas 47.038 meter per segi (m²) yang dibelinya dari Silicon Graphics senilai US$ 319 juta, Google telah membangun kompleks perkantoran mewah dengan nama Googleplex.
Pembangunan perkantoran ini mengukuhkan Googleplex sebagai satu-satunya kantor yang memiliki fasilitas nan lengkap sekaligus asyik yang dapat dinikmati seluruh karyawan, tanpa membedakan jabatannya. Di sana tersedia tempat bermain bagi anak-anak karyawan, layanan pijat profesional, layanan servis gratis 24 jam untuk memperbaiki segala macam perangkat teknologi milik karyawan, kolam renang, lapangan voli, meja biliar, salon dan kafetaria yang memberikan makan gratis tiga kali sehari.
Paling unik, Googleplex juga menyediakan EnergyPod, sebuah tempat tidur siang yang berbentuk mirip kapsul alien. Di sini, karyawan bisa mengatur waktu tidur. Bila sudah waktunya bangun, alat ini akan mengusik kenyamanan dengan nyala lampu dan getaran. Penutupnya yang bulat kedap suara pun menambah nyenyak tidur siang.
Menurut keterangan NASA, Google juga membuka akses dari kantor langsung ke bandara Moffet untuk memfasilitasi pesawat mereka, yakni Boeing 767 dan dua Gulfstream V. Untuk itu, Google menginvestasikan dana US$ 1,3 juta. Page juga membolehkan NASA menggunakan pesawat-pesawatnya untuk kepentingan penelitian.
Dengan etos kerja yang serius dan kreatif tapi santai, belasan ribu karyawan bebas ke kantor tanpa memakai seragam atau pakaian formal rapi. “Pakailah apa yang kalian suka dan nyaman menurut kalian,” kata Page. Oleh karena itu, bukan pemandangan aneh jika di Googleplex karyawan memakai celana pendek saat jam kerja.
Tak hanya berpakaian menurut kepribadian masing-masing, para karyawan pun diperbolehkan membawa anjing kesayangan ke kantor, bahkan sampai ke meja kerja.
Dari mana Google memperoleh modal untuk membangun itu semua itu? Rupanya, pundi-pundi Google memang terus menggendut. Apalagi, sejak tahun 2000, Google mulai menyewakan space untuk iklan. Selain itu, perusahaan pencarian terbesar di dunia ini juga masih mempunyai Google AdSense, program kerja sama iklan dengan sistem pay per click (ppc).
Pada iklan jenis ini, pemilik situs web atau blog yang telah mendaftar dan mendapat persetujuan keanggotaan dari Google, boleh memasang unit iklan yang bentuk dan materinya telah ditentukan Google di halaman web mereka. Pemilik situs web atau blog akan mendapatkan pemasukan berupa pembagian keuntungan dari Google untuk setiap iklan yang diklik oleh pengunjung situs.
Google juga mempunyai AdSense for Search. Melalui program ini, pemilik situs web dapat memasang kotak pencarian Google di halaman web mereka.
Untuk setiap pengunjung yang melakukan pencarian melalui kotak tersebut, pemilik situs akan mendapat pemasukan dari Google. Hasil pencarian akan berlanjut dengan klik pada iklan yang disertakan pada hasil pencarian.
Sedangkan pada iklan arahan (referral), pemilik situs akan menerima pemasukan setelah klik pada iklan berlanjut dengan tindakan tertentu oleh pengunjung yang telah disepakati antara Google dengan pemasang iklan tersebut

Posting Komentar

0 Komentar