Terbaru

6/recent/ticker-posts

Matematika 4: Operasi Hitung Perkalian dan Pembagian

1. Melakukan Operasi Perkalian

Di kelas-kelas sebelumnya kita menghitung perkalian dengan penjumlahan yang berulang. Mari kita ingat kembali masalah perkalian.

Ema mempunyai 4 kaleng permen pem-berian paman. Setelah dibuka satu kaleng

ternyata berisi 21 permen. Menurut Paman, semua kaleng isinya sama. Berapa anyak-

nya permen Ema pemberian paman?

Banyaknya permen Ema dapat kita cari dengan perkalian

bilangan 4 × 21.

1.   Dengan definisi perkalian sebagai penjumlahan yang berulang, maka bentuk  perkalian tersebut dapat kita tuliskan:

4 × 21  =  21 + 21 + 21 + 21  =  84

2.   Dengan perkalian langsung dapat kita tuliskan 4 × 21 = 21 × 4 (sifat komutatif perkalian).

21    ×  4  =  84

3.   Dengan perkalian bersusun dapat kita tuliskan:

Cara susun pertama disebut cara susun pendek. Sedangkan cara susun kedua disebut cara susun panjang.

Cara susun 1                                        Cara susun 2
21

4

––– ×

84
   
21

4

––– ×

4

80

––– +

84

Dari ketiga cara perkalian di atas, kalian peroleh hasil yang sama. Jadi, banyaknya permen Ema pemberian Paman adalah 84 permen.

2. Melakukan Operasi Pembagian

Pada kelas-kelas sebelumnya, kalian mengenal pembagian sebagai pengurangan yang berulang oleh bilangan pembagi terhadap bilangan yang dibagi.

a. Bagaimana cara membagi bilangan 20 dengan 5?

Mari kita kurangi secara berulang.

20 – 5 = 15

15 – 5 = 10

10 – 5 = 5

5 – 5 = 0

Berapa kali pengurangan dilakukan? Berapa hasil akhir pengu-rangan berulang tersebut? Dalam operasi pembagian dituliskan:

20 : 5 = 4

Pembagian tersebut dinamakan pembagian tanpa sisa.

b.   Bandingkan dengan pembagian bilangan 20 oleh bilangan 6 berikut ini.

20 – 6 = 14

14 – 6 = 8

8 – 6 = 2

Berapa kali pengurangan dilakukan? Berapa hasil akhir pengu- rangan berulang tersebut? Dalam operasi pembagian dituliskan:

Pembagian tersebut dinamakan pembagian bersisa. Hasil pembagian bersisa kita tuliskan sebagai berikut.

20 : 6 = 3 (sisa 2) =

2

3 ––– =

6
1

3 –––

3

Bentuk tersebut dinamakan pecahan campuran.

Posting Komentar

0 Komentar