Gerakan visual adalah terjadinya perubahan gerak/pergantian gambar dari satu shot ke shot yang lain. Gerakan atau perubahan visual ini diperlukan untuk menyusun kontinuitas gambar sehingga menjadi urutan yang tepat Bebarapa jenis gerakan visual ini dapat dikategorikan menjadi 3 jenis, yaitu: gerakan primer, sekunder, dan tersier.
- Gerakan Primer
Gerakan Primer, merupakan gerakan yang terjadi di depan kamera. P ada umumnya gerakan visual ini merupakan gerakan performen/pemain (gerakan yang terjadi didepan kamera). Kamera tidak bergerak, sedangkan pemain dinamis bergerak. Fungsi Gerakan visual ini adalah melingkupi arah gerak, dan dengan sendirinya ukuran-ukuran visual terbentuk dari gerakan pemain itu sendiri. - Gerakan Sekunder / Kamera
perubahan gambar terjadi karena gerakan kamera dan terk artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adang pemain juga ikut bergerak. Beberapa gerakan visual ini misalnya: pan (right/left), tilt (up-down), dolly (in-out), zoom (in/out), track (right-left), dan pedestal/crane.
- Pan Kamera menoleh horisontal ke kiri atau ke kanan. Gerakan ini untuk menghubungkan satu obyek dengan obyek yang lain secara horisontal sehingga visualisai mejadi lebih detil. kamera menoleh ke kanan disebut Pan Right, dan kamera menoleh ke kiri disebut Pan Left.
- Tilt. Kamera mengarah vertikal ke atas atau ke bawah. Gerakan ini untuk menghubungkan satu obyek dengan obyek yang lain secara vertikal sehingga visualisai menjadi lebih detil. Tilt Up, kemera mengarah dari bawah ke atas. Tilt Down, kamera mengarah dari atas ke bawah.
- Dolly. Kamera bergerak/berjalan mendekati atau menjauhi obyek. Seperti halnya Zooming gambar artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dihasilkan dollying juga merupakan rangkaian beberapa ukuran visual. Yang membedakan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adalah, fungsi Dollying mengajak penonton ikut bergerak mendekati atau menjauhi obyek. Dolly In, kamera mendekati obyek. Dolly Out, kamera menjauhi obyek
- Zoom. Zooming terjadi karena merubah/memutar gelang zoom p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada kamera. Gambar yang dihasilkan secara tidak langsung merupakan rangkaian beberapa ukuran gambar. Zooming mempunyai kesan mengajak penonton melihat obyek lebih menyempit (kesan mendekat) atau meluas (kesan menjauh) dari tempat penonton berdiri ( kamera tidak bergerak) Zoom In bila gambar dari lebar kemudian meyempit ,sebaliknya Zoom Out bila gambar dari sempit kemudian melebar.
- Track. Kamera berjalan/bergerak horisontal ke kiri atau ke kanan. Gerakan ini untuk menghubungkan satu obyek dengan obyek yang lain secara horisontal, misalnya untuk visualisasi obyek yang berderet. Dengan visualisasi ini, memiliki kesan penonton ikut berjalan/bergerak ke kiri atau ke kanan. Bila kamera bergerak ke kanan disebut Track Right dan bila kamera bergerak ke kiri disebut Track Left.
- Pedestal/Crene. Menggerakkan kamera dengan alat penyangga pedestal/crane yang menghasilkan visualisasi bergerak kebawah atau keatas. Gerakan gambar ini dipergunakan untuk memperoleh sudut pengambilan “hight dan low angle” Bila bergerak ke atas, disebut Boom Up/Crane Up. dan bila bergerak ke bawah, disebut Boom Down/Crane Down
- Gerakan Tersier
Perubahan gambar terjadi pada proses edit, atau dapat pula penggunaan beberapa kamera pada saat penggambilan gambar melalui “mixing” . Yang termasuk dari gerakan ini misalnya: cut, transisi-transisi (dissolve, fade in/out, dsb ), super impose, dan effect.
- CUT. Merupakan perubahan, menghubungkan, dan memutus gambar secara tiba-tiba. Digunakan untuk perubahan/perpindahan gambar tanpa sela.
- Fade. Meliputi fade in, bermula dari blank, kemudian perlahan-lahan gambar tampak sampai normal. Sering digunakan untuk mengawali program. Fade Out, gambar dari normal perlahan-lahan menghilang. Fade out sering digunakan untuk mengakhiri program
- Dissolve. Merupakan perubahan/pergantian gambar dari gambar artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang satu ke gambar lainnya secara perlahan-lahan. Digunakan untuk menyatakan hubungan erat gambar sebelum dan sesudahnya.
- Super Impose. Perpaduan antara dua gambar atau lebih ke dalam satu frame. Digunakan untuk penyajian dua pesan atau lebih sekaligus (menumpuk) dalam satu frame. Misalnya: seorang presenter dengan tulisan identitas nama/jabatan nya, gambar tumbuh-tumbuhan dan nama masing-masing tumbuhan.
- Effect. Merupakan visualisai variasi, sebagai perubahan tambahan pada gambar. Penggunaan effect visual akan memberi nilai lebih pada artistik suatu program. selama tidak menganggu pesan yang ingin kita sampaikan.
0 Komentar