Sebenarnya, komposisi gambar tidak dapat dipelajari secara khusus, sebab komposisi adalah sesuatu hasil karya seseorang yang benar-benar enak untuk diamati dan ditonton. Karena itu, semakin sering kita mengamati objek-objek yang erat dengan masalah komposisi gambar, kita akan terbawa dan mendapatkan inspirasi yang dapat menumbuhkan cita rasa pada diri kita. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang dapat dipakai sebagai pedoman dasar.
- Layar video sangat terbatas lebarnya. Karena itu kita harus mampu memanfaatkan keterbatasan layar tersebut dengan cara menunjukkan sesuatu yang jelas dan pergantian- pergantian shot sesuai dengan kaidah yang a
- Layar video mempunyai aspek ratio 3 : 4. Ini harus dipedomani dalam upaya menunjukkan sesuatu dengan jelas. Gambar pada layar hanya dua dimensi. Karena itu dituntut kreativitas yang tinggi agar gambar menjadi lebih hidup, dengan mengubahnya menjadi tiga dimensi.
- Gambar dari kamera akan berkurang 10% setelah diterima oleh pesawat penerima di rumah. Karena itu, batas layar menjadi lebih sempit.
Dengan berpedoman keempat dasar tersebut, di bawah ini diberikan petunjuk bagaimana menempatkan objek pada layar atau yang disebut teknik framing. Qalam teknik framing perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut.
1) Keseimbangan
Yang dimaksud dengan keseimbangan adalah objek dalam frame gambar tampak berimbang posisinya. Seperti diketahui bahwa perimbangan ratio pada layar artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adalah 2/5 s.d. 3/5 atau 1/3 s.d. 2/3:
2) Simetri
Bila menempatkan objek di tengah- tengah layar artinya simetri mungkin jelas kurang menarik, apalagi kalau objek tunggalnya akan lebih menarik kalau ditempatkan asimetri.
3) Equilibrium
Setiap gambar pasti mempunyai equilibrium, dan itu dapat menjadikan stabil, netral, dan labil. Kadang-kadang kita ingin mengubah equilibrium dari sebuah gambar dengan maksud untuk mendapatkan efek dramatis. Hal ini dapat dilakukan derigan canted shot Jika objeknya manusia, penempatan gambar dalam kamera dapat dilakukan sebagai berikut.
a) Objek tunggal
- Pembicara tunggal yang langsung berbicara di depan kamera (straight shot), sebaiknya gambar diletakkan di tengah- tengah. Tidak begitu bagus Bagus
![]()
- Bila objek/pembicara melihat ke satu arah, berikan ruangan kosong di depannya, agar tidak ada kesan bahwa muka objek tertumbuk garis framing/layar. Ruang kosong tersebut disebut nose room. Untuk mendapatkan efek dramatis dapat dibenarkan garis frame/layar dekat sekali dengan artis, asal di sebelahnya masih ada atau akan ada suatu gerakan, sehingga mampu menutupi daerah kosong tersebut. Tidak begitu bagus Bagus
![]()
- Di samping noose room perlc diperhatikan pula head room. Hal ini untuk menghindarkan kesan bahwa objek kepalanya tertumbuk frame bagian atas Tidak begitu bagus.
![]()
b) Objek dua orang
- Crane up untuk dua orang yang duduk di depan kamera, memang pekerjaan yang sangat mudah, tetapi hasilnya sangat tidak menarik karena kedua-duanya kelihatan profile.
![]()
- Menempatkan kedua objeknya mengh adap dan di samping kamera, umumnya akan menghasilkan gambar yang lebih baik daripada dalam posisi lateral.
![]()
- Dapat juga dengan pengambilan over shoulde shot bagi kedua duanya, tetapi harus berhati-hati agar tidak terjadi jumping.
![]()
- Harus dilakukan suatu kompensasi bila terjadi perbedaan mencolok bagi kedua pembicara, misalnya, seorang anak berbicara dengan orang yang tinggi badannya, orang tersebut diminta jongkok di hadapan anak kecil itu.
![]()
c) Objek dalam kelompok
Bila menghadapi objek dalam satu kelompok, seyogyanya diusahakan dalam susunan triangular, semicircular, dan circular. Shot yang langsung ke kelompok tersebut harus dihindari, kecuali kalau diinginkan untuk mencapai efek tertentu.
0 Komentar