Terbaru

6/recent/ticker-posts

Materi Pelajaran Produksi Program Televisi: Tata Cahaya Pada Produksi Video



Tata lampu untuk video merupakan pengembangan dari tata lampu panggung dan film. Sebab, tata lampu untuk video mempunyai karakter tersendiri, baik dari segi peralatan  yang elektronis maupun sifat-sifat acaranya. Produksi acara video dapat disiarkan secara langsung atau direkam lebih dahulu. Penyiaran secara langsung atau perekaman gambar lebih dahulu, dibutuhkan penataan cahaya  yang sebaik mungkin dan hal ini sering menimbulkan persoalan fersendiri. Misalnya,  adanya ba  yangan  yang tidak dikehendaki dari boom mike. Di samping itu, penataan cahaya ditinjau dari segi artistik gambar, gambar  yang dihasilkan dari berbagai sudut pengambilan harus tetap dalam kondisi  yang sama. Karena kepekaan kamera elektronik, maka intensitas cahaya, besarnya iris, dan depth of field akan saling berhubungan. Karena itu sering menimbulkan perrnasalahan tersendiri. Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan utama penataan cahaya yang baik untuk video,  adalah agar dapat menghasilkan gambar  yang menarik sesuai dengan tuntutan naskah serta rencana produksinya. Hal tersebut menyebabkan penata cahaya (lighting operatorj dituntut untuk terus mengembangkan daya reka dan daya ciptanya. Pengalaman- pengalaman masa lalu sangat menunjangnya. Dalam kaitannya dengan masalah penataan cahaya, satu hal  yang tidak boleh dilupakan oleh seorang kamerawan  adalah penempatan kamera harus sedemikian rupa sehingga kamera membela kangi pintu atau jendela, karena melalui pintu atau jendela tersebut, cahaya masuk ke dalam ruangan. Melalui penataan cahaya, dapat diciptakan suasana  yang dapat menyentuh emosi pemirsa, misalnya, suasana malam, sedih, gemh:ra, sakral, dan bahkan suasana mesum sekalipun.
Demikian pula melalui penataan cahaya dapat memberikan kesan orang itu lagi marah, sedih, dan wibawanya. Jadi, meskipun kini telah diketemukan kamera video dengan sensitivitas  yang sangat tinggi,  yang di dalam suatu iuangan  yang cukup luas, gambarnya dapat diambil dengan sangat jelas. Ini tidak berarti mampu menggeser peranan tata cahaya, sebab dengan pencahayaan terh  adap suatu objek, akan menciptakan gambar atau menjelaskan bentuk objek tersebut dengan terang dan indah. Penataan cahaya dapat menghasilkan berbagai sinar. Sinar putih atau sinar matahari (day light) dari sinar berwarna. Sinar putih mengandung banyak warna biru, di samping tentu saja mengandung warna lainnya, misalnya, merah dan hijau. Untuk video hitam putih digunakan sinar putih ini, sedangkan untuk video berwarna dibutuhkan sinar  yang berwarna pula. Penilaian gambar  yang baik, apabila warna gambar itu mendekati warna aslinya. Niaka, dalam penataan cahaya selalu diupayakan agar gambar yang sesuai dengan warna aslinya. Untuk ini diperlukan pemasangan filter di depan atau pada lampu  yang dipergunakan. Filter ini berfungsi sebagai penyaring cahaya dan hanya cahaya atau sinar  yang diperlukan saja  yang mampu menembusnya. Ikut menentukan warna dalam penataan cahaya  adalah temperatur sinar itu sendiri. Temperatur  yang diperlukan untuk video warna berkisar antara 3.000 sampai 3.400 derajat Kelvin. Dalam penataan cahaya, lampu biasanya diletakkan di atas bang penyangga atau digantung di tempat  yang telah disediakan khusus untuk itu. Maka pada saat meletakkan atau menggantungkan lampu di tempatnya, harus diteliti kembali kunci pengaman  yang telah ada pada setiap penggantungan lampu. Hal demikian perlu dilakukan sebab untuk menghindari hal- hal  yang tidak diinginkan. Dalam penataan cahaya pada produksi acara video terdapat berbagai istilah sebagai berikut.
  1. High key lighting. Ini sejenis penyinaran untuk suatu scene  yang menghasilkan gambar dengan gradasi, terutama abu=abu hingga putih. Daerah abu-abu gelap hingga warna hitam hanya kelihatan p  ada daerah  yang terbatas;
  2. Low key lighting. Cara penyinaran untuk suatu scene yang menghasilkan gambar dengan gradasi, terutama antara abu-abuhingga hitam. Daerah abu-abu terang hingga warna putih hanya kelihatan p ada daerah terbatas;
  3. Key light. Suatu sumber penyinaran terarah dan merupakan sumber penyinaran utama terhdap suatu subjek atau area tertentu;
  4. Base light. Penyinaran  yang menyebar; rata, dan hampir tidak menghasilkan bayangan. Cukup untuk dapat menghasilkan gambar video, kalau ditinjau dari segi teknis, tetapi masih harus ditambah dengan beberapa jenis lampu lainnya agar didapatkan gambar yang lebih artistik;
  5. Fill light. Merupakan penyinaran tambahan dengan maksud tertentu, yaitu untuk mengurangi bayangan dari samping yang mungkin ditimbulkan oleh lampu jenis lainnya;
  6. Cross light Penyinaran  yang sama kuat ke depan subjek dari dua arah dengan sudut sama besar terhadap sumbu optis kamera pada bidang horizontal;
  7. Back light. Penyinaran dari belakang subjek dengan kedudukan sejajar dengan bidang vertikal  yang melalui sumbu p ada optis kamera;
  8. Side back ,light. Penyinaran dari arah belakang subjek dengan kedudukan tidak sejajar dengan bidang vertikal yang melalui garis sumbu optis kamera;
  9. Eye light. Penyinaran terhadap seseorang untuk menghasilkan pantulan oleh mata (atau gigi) tanpa menambah jumlah cahaya  yang berarti terhadap subjek itu sendiri. Biasanya berasal dari lampu berdaya kecil  yang terpasang pada kamera dan khusus dirancang untuk maksud tersebut; dan
  10. Set light . Penyinaran untuk latar belakang atau set yang terpisah dari penyinaran untuk subjek utamanya.
Gambar yang dipancarkan melalui layar video tidak  ada bedanya dengan gambar  yang dihasilkan oleh seni fotografi,  yang prinsip dasar penataan lampunya pun tidak berbeda pula. Ada tiga jenis cahaya  yang dihasilkan oleh ketiga jenis pemasangan lampu, masing-masing sebagai key light; back lighk dan fill light. Key light merupakan cahaya utama  yang menyinari subjek, fill light di,pergunakan untuk menghilangkan cahayayang ditimbulkan oleh key light tersebut, sedangkan back light dipergunakan bagi seluruh dimensi gambar. Apabila tidak mempergunakan back light ini, gambat  yang dihasilkanakan datar, tidak tajam, atau tidak berbentuk.
Dalam menentukan posisi ketiga jenis lampu ini, harus mempertimbangkan hubungan antara posisi kamera dengan subjeknya. Key light rroerupakan sinar utama  yang dipergunakan sebagai cahaya  yang ditWukan kepada subjek dan sebagai akibat penyinaran ini timbul bayangan. Penempatan key light pada sudut 20° – 40° ke samping kin atau: kanan nose line, dan 30° – 40° di atas subjek: Biasanya, sinar  yang digunakan p ada key light ini, merupakan seberkas sinar dari hard light dan terfokus pada subjek, bila  yang dikehendaki timbulnya efek dramatik. Banyaknya sumber cahaya untuk key light, tergantung dari banyaknya sudut pengambilan kamera. Karena itu, dalam pengaturan sumber cahaya diatur dari beberapa arah dengan berbagai intensitas. Telah disinggung di depan bahwa penyinaran dengan key light ini akan menimbulkan bayangan, tetapi dapat pula memberikan tekanan pada segi yang menarik dari wajah subjek dan membantu membentuk dimensi pada kepala dan wajah subjek.
Di samping itu, penyinaran ini juga mendukung desain dengan membawakan arah penyinaran  yang ingin ditunjukkan. Misalnya, cahaya dari jendela, lewat pintu atau dari langit-langit suatu ruangan. Fill light digunakan untuk mengurangi atau kalau mungkin menghilangkan sama sekali bayangan yang ditimbulkan oleh key light Fill light dapat menghilangkan kesan wajah keras, dengan cara mengurangi kontras  yang disebabkan oleh key light Pemasangan fill light harus 30° di sebelah view line dan berlawanan dengan posisi key light, dan dari posisi ini fill light akan menipiskan bayangan tadi. Back light  yang dipasang p ada sisi lain dari key light atau dipasang di belakang, tepat di tengah-tengah dan membentuk garis pada hidung, yang disebut nose line, karena back light dipasang di belakang subjek, kamerawan dalam menempatkan kameranya jangan sampai merigarahkan lensa tersebut ke cahaya  yang datang dari back light ini. Penyinaran melalui back light ini akan membentuk garis tepi dari bentuk subjek, sehingga memisahkannya dari latar belakang. Untuk menghasilkan pemisahan brightness ini, back light merupakan hard light dan terarah,serta intensitasnya relatif tinggi. Latar belakang subjek  yang gelap cukup terpisah apabila kita gunakan intensitas back light vang lebih rendah. Hal ini nyata sekali bila dibandingkan dengan back light  yang latar belakangnya terang.
Seperti telah diuraikan di depan, bahwa fungsi fill light id adalah untuk mengurangi bayangan akibat dari key light Ini jelas terlihat kalau kita menyinaii sebuah kubus seperti gambar berikut.
Sekarang bagaimana kalau subjek tidak hanya seorang? Apakah back light, key lighit dan fill lightmasing- masing cukup sebuah? Demikian pula, apakah salah satu lampu  yang telah dipasang dapat berfungsi ganda bagi subjek lainnya? Hal tersebut dapat saja terjadi sepanjang intensitasnya masih memenuhi kebutuhan. Penataan lampu dapat juga memberikan kesan tertentu. Penataan lampu dapat juga diatur untuk mendapatkan berbagai efek, baik efek  yang bersifat artistik,  yang umumnya digunakan untuk acara musik dan hiburan lainnya, maupun efek dramatis. Untuk acara siaran kata jarang digunakan efek ini. Pada siaran pendidikan, yang mengetengahkan tentang bahasa asing dengan selingan lagu-lagu asing, kadang-kadang digunakan pula efek lampu ini. Ini dimaksudkan agar penonton menjadi lebih santai dalam mengikuti acara selanjutnya. Untuk mendapatkan penyinaran  yang seimbang antara ketiga unsur penyinaran, key light, fill ligh4 dan back lighi; harus artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada perbandingan tertentu, yaitu sebesar 3 untuk backlighi; 2 untuk keylight, dan 1 untuk fill light Backlight-lah yang tertinggi, karena agar dapat memisahkan subjek dengan dekorasi, sehingga gambar tidak terlihat menempel.
Akibat perkembangan teknologi elektronika, penggunaan kamera video tidak hanya terbatas untuk di studio saja. Sekarang, telah berkembang penggunaan kamera video jinjing ENG (electronic news gettering),  yang tidak hanya digunakan untuk peliputan berita, melainkar_ digunakan juga untuk memproduksi acara nonberita di luar studio. Dengan penggunaan kamera jinjing untuk memproduksi acara nonberita, menjadikan gerakan kamera lebih bebas dan lincah. Hal ini juga sering menimbulkan masalah bagi tata pencahayaan, karena untuk pengambilan gambar di luar studio pencahayaan lebih mengandalkan pada sinar matahari, sehingga akhirnya cahaya yang dibutuhkan bagi subjek sering tidak merata terkena bayangan pohon atau bayangan-bayangan lain. Kondisi seperti tersebut di atas menyebabkan bagian wajah subjek menjadi gelap. Untuk mengatasinya digunakan refleksi cahaya yang dihasilkan oleh reflektor. Refleksi cahaya ini diarahkan ke bagian wajah yang gelap, sehingga berfungsi sebagai fill light Reflektor tersebut dapat dibuat secara sederhana dengan bahanbahan  yang ada di pasaran. Cara membuatnya sebagai berikut. Buat bingkai dengar, ukuran tertentu; Bingkai ditutup dengan tripleks atau playwood dengan ukuran yang sama dengan bingkai dilekatkan pada bingkai. Bingkai dilapisi kertas timah atau alminium foil. Teknis penggunaannya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Posting Komentar

0 Komentar