
Tata artistik
yang dimaksud dengan tata artistik pada media video
adalah suatu perekayasaan seni
yang bersifat mendukung keberhasilan pembuatan acara siaran. Karena media video mempunyai sifat audio visual, maka
yang termasuk dalam lingkup tata artistik di sini
adalah
1) tata dekorasi,
2) property,
3) tata rias,
4) tata rambut,
5) tata busana,
6) grafik, dan
7) ilustrasi musik.
Sifat tata artistik mendukung keberhasilan pembuatan suatu acara. Ini berarti bahwa media video sebagai media pendidikan akan lebih efektif lagi. Sebab, bukan saja acara menjadi lebih baik, melainkan, sebagai tontonan, juga akan lebih menarik. Yang lebih penting, dapat memberikan gambaran yang mendekati kenyataan sesuai dengan tuntutan naskahnya, sehingga sebagai suatu tontonan benar-benar dapat menjadi suatu tontonan. Dekorasi di studio dibuat sedemikian rupa sehingga dapat mendekati ke adaan sebenarnya, sehingga dapat membawa imajinasi khalayak pemirsa ke alam apa yang sedang ditontonnya.

Mengingat luas studio terbatas, maka dalam perekayasaan dekorasi harus disesuaikan dengan kemungkinan kemampuan gerakan kamera, agar dapat mengambil gambarnya dari berbagai sudut, agar tidak mengganggu penataan mikrofon, penataan lampu, dan gerakan para artis pendukung. Demikian halnya masalah property dalam penyediaan dan pengadaan benda-benda pengisi dekorasi, termasuk alat-alat peraga, harus pula disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan naskah
yang akan diproduksi. Penataan rias, busana bagi para artis penduktmg maupun pembawa acara juga sangat berperan atas keberhasilan suatu acara. Sebagai contoh dapat diketengahkan, misalnya, suatu acara Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa dalam format fragmen. Masalah tata rias, tata busana, tata rambut, clan dekorasinya harus diusahakan mendekati ke
adaan periode zaman itu, agar dapat membawa khalayak pemirsa kepada zamannya. Hal demikian akan mudah dicerna oleh khalayak
yang menjadi sasarannya. Apalagi kalau didukung dengan grafik dalam bentuk-bentuk tulisan yang sifatnya memperjelas, misalnya, kapan dan di mana peristiwa itu terjadi. Grafik tidak hanya
yang berbentuk, tulisan, melainkan dapat pula berbentuk gambar, peta, sketsa, dan sebagainya. Berbagai dukungan
yang bersifat grafis itu merupakan kelengkapan informasi pesan
yang akan disampaikan. Dengan semakin majunya perkembangan teknologi, khususnya teknologi elektronika, dekorasi dan grafik dalam bentuk tulisan dapat pula dibuat secara elektronis, misalnya, dengan menggunakan teknik Chromakey. Di samping lebih menarik, dapat pula memperlengkapi sarana untuk menumbuhkan imajinasi khalayak pemirsa. Dalam melaksanakan tugasnya, seorang art designer, bukan hanya menerima informasi dari produser dan pengarah acara tentang acara yang akan diproduksinya saja, melainkan dia juga harus mampu mengembangkan semua bahan informasi
yang diterimanya; mampii menjabarkan apa
yang terkandung dalam naskah, dan semua bahan
yang didapatnya dijadikan bahan perekayasaan.
Khusus masalah tata dekorasi dan panggung bagi produksi video, Alan Wurtzel menyebutkan empat fungsi tata artistik tersebut sebagai berikut :
- Memberikan latar belakang dan memberikan suasana bagi gerakan artis pendukung. Hal tersebut merupakan hal yang sangat mendasar, karena perekayasaan, penataan, dan panggung yang dilengkapi dengan mebeler dan property, hanya untuk dimanfaatkan oleh para artis;
- Menyesuaikan dengan waktu dan tempat agar dapat menumbuhkan suasana yang sesuai. Penataan panggung harus mampu menceritakan kep ada khalayak pemirsa tentang waktu dan tempat kejadian peristiwa itu terjadi;
- Menunjukkan gaya yang unik dan menyatu, yang merupakan unsur-unsur visual yang penting. Gaya merupakan hai yang menjadi ciri suatu produksi. Penataan panggung merupakan gaya yang menyeluruh dan dapat direkayasa dengan cara yang halus dan kontemporer, sedap dipandang, teratur, efisien, dan mewah atau boros.
- Menunjukkan bahwa bekerja dengan efektif merupakan unsur yang harus dipertaha,nlcan dalam suatu produksi: Karena itu, perekayasaan penataan hanya untukkeperluan para artis pendukung, pengarah acara dengan kerabat kerjanya, serta khayalak.
0 Komentar