Terbaru

6/recent/ticker-posts

Materi Pelajaran Produksi Program Televisi: Teknik Penyutradaraan Dalam Pembuatan Program Televisi



Banyak masalah  yang dihadapi oleh seorang pengarah acara waktu melaksanakan tugasnya. Masalah  yang dihadapi bukan saja masalah  yang berhubungan dengan teknis produksi, melainkan, yang lebih penting,  adalah masalah  yang berkaitan dengan kejiwaan. Satu masalah besar .bagi seorang pengarah acara, khususnya pengarah acara  yang baru, baik waktu . memberikan komando komando kepada kerabat kerjanya, maupun waktu mengambil suatu keputusan. Mengambil keputusan dalam menentukan gambar  yang akan direkam atau diudarakan, harus dilakukan dengan cepat, tepat, dan segera disampaikan kepada kerabat kerja  yang bersangkutan, tanpa menunjukkan keragu-raguan. Demikian halnya dalam memberikan komando- komando kep  ada kamerawan, penata suara, penata cahaya, dan sebagainya. Pengarah acara  yang baru selalu menunjukkan keragu-raguannya dalam memberikan komando- komando. Hal ini terjadi karena di dalam benaknya terlintas pikiran bahwa sekali bertindak harus diikuti dengan tindakan lain secara terus- menerus dan tidak dapat dihentikan sehelum waktu  yang ditentukan. Apalagi kalau  yang menjadi tanggungjawabnya itu merupakan siaran langsung. Untuk menghindari hal-hal  yang tidak diinginkan, seorang pengarah acara harus benar- benar menguasai segala ketentuan  yang berlaku dan mengikuti segala ketentuan, sebelum melangkah ke arah pelaksanaan produksi, sebab tidak  ada petunjuk yang dapat digunakan sebagai panduan dalam mengatasi masalah  yang dihadapi oleh pengarah acara tersebut, karena memang segala persoalan  yang dihadapi itu benar-benar merupakan persoalan  yang sangat individual. Meskipun demikian, berikut disampaikan beberapa petunjuk, khususnya bagi pengarah acara yang baru:
  1. Sebelum melangkah lebih jauh, harus mempunyai konsep yang jelas dan terinci;
  2. Harus mampu memberi penjelasan-penjelasan kepada kerabat kerjanya;
  3. Mampu menjalin kerjasama  yang serasi di anfara kerabat kerjanya, sehingga tercipta one well coordinated unit; dan
  4. Mentaati prosedur kerja  yang telah ditetapkan.
Khusus, tentang hal memberi komando-komando dari ruang kontrol, agar dapat mengurangi rasa gugup, dapat diperhatikan petunjuk-petunjuk sebagai berikut.
  1. Waktu memberi komando harus menyebutkan “dari siapa” dan “apa”  yang dikehendaki, atau “apa” yang akan terjadi serta “kapan”.
  2. Suara harus jelas dan tegas. Tidak perlu bertele-tele dan tidak perlu keras-keras, sebab komando diberikan melalui alat komunikasi.
  3. Agar tidak terjadi kesimpangsiuran, perlu ada kesepakatan bahasa kornando waktu latihan sebelumnya.
Hal lain,  yang menjadi beban psikhologis bagi pengarah acara baru  adalah petaksanaan produksi  yang dilaksanakan sepenuhnya oleh switcher. Meskipun pengarah acara telah mempersiapkan segala sesuatunya sesuai dengan petunjuk yang berlaku, tetapi  yang menggerakkan sepenuhnya jalannya produksi  adalah orang lain, yaitu switcher. Bukan pengarah acara. Hal itulah  yang menjadikan. pengarah acara merasa dirinya kecil, karena merasa tidak pernah memberikan komando-komando kepada kerabat kerjanya. Padahal, dia tahu sepenuhnya bahwa dia akan memberikan keputusan akhir, apabila terjadi penyimpangan atas idenya, dan dia pun tahu -bahwa switcher hanya sebagai pelaksana semua  yang diinginkannya melalui suatu skenafio yang telah dibuatnya. Karena itulah sebagai pengarah acara harus benar- benar memahami, bukan saja masalah- masalah teknis produksi, melainkan juga masalah kejiwaan. Hal semacam inilah yang sering dilupakan oleh pengarah acara senior. Pengarah acara harus tidak segan segan meminta masukan petunjuk kepada siapa saja dari anggota kerabat kerjanya, dan jangan segan-segan menyampaikan kata-kata “silakan” dan “terima kasih atas bantuan Anda”, pada waktu yang tepat. Dengan kata-kata tersebut akan membantu menjalin hubungan kerja sama dalam melaksanakan tugas  yang menjadi tanggung jawabnya dan ini merupakan langkah awal  yang baik untuk dapat menghasilkan karya produksi seperti  yang diharapkan. Kode-kode  yang sering dipergunakan oleh pemimpin pelaksana produksi seperti gambar berikut.
Beberapa kode floor director untuk artis pendukung (Wuegand, 1985:84)

Posting Komentar

0 Komentar