Kelipatan
suatu bilangan adalah himpunan bilangan-bilangan asli yang habis oleh bilangan
tersebut. Misalnya himpunan 3 adalah {3, 6, 9, 12, 15...} himpunan kelipatan
dari 5 adalah {5, 10, 15, 20, . . . } kelipatan persekutuan adalah himpunan
irisan dari himpunan-himpunan kelipatan. Misalnya dari himpunan kelipatan
persekutuan 3 dan 5 adalah {5,15, . . .} dari himpunan itu anggota terkecilnya
adalah 5, maka kelipatan persekutuan terkecil (KPK) adalah anggota terkecil
dari himpunan kelipatan persekutuan. Faktor suatu bilangan adalah himpunan
bilangan-bilangan yang habis membagi bilangan tersebut. Misalnya himpunan
faktor 12 adalah {1, 2, 3, 4, 6, 12} himpunan faktor 18 adalah {1, 2, 3, 6, 9,
18}. Faktor persekutuan dari 12 dan 18 adalah irisan dari himpunan faktor 12
dan 18 yaitu 1, 2, 3, 6 dimana 6 adalah faktor persekutuan terbesar (FPB).
Dalam menentukan FPB dan KPK bilangan-bilangan besar dapat dengan menguraikan
faktor-faktor primanya. Misalnya faktor prima dari 12 adalah 2 dan 3 karena 12
= 2 x 2 x 3, sedangkan faktor prima dari 18 adalah 2 dan 3 karena 18 = 2 x 3 x
3 KPK dapat dihitung dari 2 x 2 x 3 x 3 = 36 dan FPB dihitung dari 3 x 2 = 6, dalam
penentuan FPB dan KPK untuk mencari faktor-faktor primanya bisa dengan pohon faktor maupun tabel matriks.
KPK adalah kelipatan persekutuan dari dua bilangan yang nilainya paling
kecil. FPB adalah faktor persekutuan dari dua bilangan yang nilainya paling
besar (Indriayatuti, 2008 : 22). Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai
permasalahan yang penyelesaiannya menggunakan teori KPK. Ciri dari permasalahan
tersebut adalah bermula dari hal/kesempatan yang sama dan ditanyakan
hal/kesempatan yang sama pada waktu/keadaan berikutnya. Ciri
dari permasalahan yang penyelesaianyan menggunakan FPB diantaranya adalah
menentukan obyek sebanyak-banyaknya yang mendapatjan hasil bagi yang sama.
0 Komentar