Terbaru

6/recent/ticker-posts

SUMBER: JURNAL PENDIDIKAN DWIJA UTAMA 
EDISI FEBRUAI - APRIL 2012

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI
PERKALIAN DAN PEMBAGIAN MENGGUNAKAN MEDIA KOMPUTER
PADA SISWA KELAS II SDN 1 POGUNG KECAMATAN CAWAS
SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2010/2011
Oleh. Samin
Abstrak
Kita tahu bahwa matematika merupakan ilmu yang memiliki kecenderungan deduktif, aksiomatik, dan abstrak (fakta, konsep dan prinsip). Karakteristik matematika inilah yang menyebabkan matematika menjadi suatu pelajaran yang sulit dan menjadi momok bagi siswa. Oleh sebab itu pembelajaran matematika khususnya pada Sekolah Dasar membutuhkan perhatian yang sungguh-sungguh dari siswa, guru dan instansi pendidikan yang terkait. Dalam hal ini perlu diciptakan suatu kondisi belajar yang menyenangkan, sehingga proses pembelajaran matematika dapat menjadi kegiatan yang diminati siswa. Salah satu cara menumbuhkan kondisi belajar yang menyenangkan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar matematika menggunakan media komputer pada pokok bahasan perkalian dan pembagian padasiswa kelas II.
 Penggunakan media pembelajaran dianjurkan untuk direncanakan secara sistematik agar pembelajaran berjalan efektif dan penggunaan media pembelajaranpun berjalan secara efektif pula. Pembelajaran efektif dengan menggunakan media perlu direncanakan dengan baik agar : 1) menumbuhkan minat peserta didik, 2) menyampaikan materi baru, 3) melibatkan peserta didik secara aktif, 4) mengevaluasi tingkat pemahaman peserta didik, 5) menetapkan tindak lanjut.
Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan kelas. Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah bagaimana hasil belajar matematika pokok bahasan perkalian dan pembagian dengan menggunakan media komputer pada siswa kelas II SD Negeri 1 Pogung Kecamatan Cawas Kab. Klaten Semester II  Tahun Pelajaran 2010/2011. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan perkalian dan pembagian menggunakan media komputer.
Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah seluruh siswa kelas II SD Negeri 1 Pogung Kecamatan Cawas Kab. Klaten Semester II  Tahun Pelajaran 2010/2011.Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan melakukan proses pengkajian siklus yang terdiri dari 4 tahap yaitu : perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Dalam penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri 3 pertemuan dan diakhir siklus diberi tes siklus secara individu untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam pelajaran matematika pokok bahasan perkalian dan pembagian. Indikator keberhasilan dari penelitian ini adalah nilai rata-rata kelas minimal 7,5, prosentase siswa yang memperoleh skor > 6,5 minimal 85 % dari 17 siswa dan keaktifan belajar siswa meningkat.
Kondisi awal nilai matematika yang mendapat nilai dibawah 6,5 ada 62 %
atau sebanyak 11 anak dari 17 siswa. Setelah akhir siklus I diperoleh nilai > 6,5 ada 62 % atau sebanyak 11 anak dari 17 siswa dengan rata-rata nilai tes 67 dan keaktifan siswa 25 % atau sebanyak 4 anak dari 17 siswa, kemudian siklus II diperoleh nilai > 6,5 ada 97 % atau sebanyak 16 anak dari 17 siswa dengan rata-rata nilai tes 79 dan keaktifan siswa 75 % atau sebanyak 13 anak dari 17 siswa.
Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media komputer, siswa dapat meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan perkalian dan pembagian. Selain itu dengan adanya media dapat mengkonkritkan konsep perkalian dan pembagian sehingga siswa lebih mudah memahaminya. Saran yang dapat diajukan bahwa untuk menanamkan konsep perkalian dan pembagian, guru dapat menggunakan media komputer.

PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Rendahnya kualitas pendidikan dapat diartikan sebagai kurang berhasilnya proses pembelajaran. Jika dianalisis secara makro penyebabnya bisa dari siswa, guru, sarana dan prasarana maupun model pembelajaran yang digunakan. Juga minat dan motivasi siswa yang rendah, kinerja guru yang kurang baik serta sarana
dan prasarana yang kurang memadai, akan menyebabkan kurang berhasilnya instruksional. Proses pembelajaran yang kurang berhasil dapat menyebabkansiswa kurang berminat untuk belajar. Minat siswa yang kurang ditunjukkan dari kurangnya aktivitas belajar, interaksi dalam proses pembelajaran dan persiapan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Kenyataan ini tentu saja tidak terlalu mengejutkan karena hasil belajar anak-anak Indonesia juga tergolong relatif rendah terutama pada mata pelajaran eksakta seperti matematika. Terbukti nilai matematika kelas II SD Negeri 1 Pogung Kecamatan Cawas Kab. Klaten Semester II  Tahun Pelajaran 2010/2011 yang mendapat nilai dibawah 6,5 kurang lebih 62 % atau sebanyak 11 anak dari 17  siswa kelas II. Rendahnya nilai matematika tersebut tentu saja tidak lepas dari peran guru sebagai salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam belajar. Sekolah sebagai wahana pendidikan formal mempunyai tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, oleh karena itu mempersiapkan sekolah dengan segala sarana maupun prasarana pendidikan seperti perbaikan kurikulum, peningkatan kualitas guru dan peningkatan pelayanan sekolah pada masyarakat merupakan pekerjaan yang utama selain pekerjaan-pekerjaan yang lainnya. Kurikulum yang telah perbaharui menyarankan agar kegiatan pengajaran tidak hanya satu arah dari guru saja, melainkan dua arah, timbal balik antara guru dan murid. Dalam komunikasi dua arah guru harus aktif merencanakan, memilih, membimbing, dan menganalisa berbagai kegiatan yang dilakukan siswa, sebaliknya siswa diharapkan untuk aktif terlebih mental maupun emosional.
Dalam kenyataannya sering kali terjadi anak usia SD kelas II ke atas mengalami kejenuhan dalam belajar matematika. Untuk itu satu usaha yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan memanfaatkan media. Media pendidikan
sendiri dalam pemanfaatannya terkadang kebanyakan hanya untuk menghindari verbalisme belaka, atau hanya untuk selingan saja, sehingga sifat media yang digunakan hanya sebagai alat bantu dan para siswa hanya sebagai penonton dari media yang digunakan oleh guru. Oleh karena itu, media pembelajaran yang akan digunakan sebaiknya bersifat sebagai alat bantu pengajaran dan dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran.
Media pembelajaran yang baik, diharapkan dapat mencakup aspek visual, auditif dan motorik. Hal ini bertujuan agar memudahkan para siswa dalam belajar dan menanamkan konsep. Semakin banyak indera anak yang terlibat dalam proses
belajar, maka akan semakin mudah anak belajar dan semakin bermakna. (Bobbi de Porter & Mike Hernaki, 2002 : 31). Oleh karena itu media pengajaran yang akan digunakan sebaiknya bersifat SAL (Student Active Learning) sehingga dalam proses pembelajaran siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Apalagi mengingat sifat materi pelajaran matematika yang bersifat deduktif yang pendekatannya secara logis dan algoritmik, maka akan sangat bermanfaat jika menggunakan multi media dalam pelaksanaan pembelajarannya.
Salah satu media pembelajaran modern yang saat ini sangat popular digunakan dalam dunia pendidikan adalah komputer. Komputer digunakan sebagai salah satu pilihan penggunaan media pembelajaran karena sifatnya yang
dapat mengakses berbagai macam data dan fasilitas untuk merangsang siswa belajar. Keunggulan komputer juga dapat dilihat dari kemampuannya membuat animasi dan efek dalam suatu program sehingga memudahkan dan mendorong siswa untuk belajar. Sedangkan media komputer ternyata belum banyak digunakan di sekolah-sekolah dasar. Media komputer baru digunakan di sekolah-sekolah unggulan yang mampu menyediakan dan memanfaatkan media computer tersebut.
            Dalam materi untuk mengenalkan dan menanamkan konsep perkalian dan pembagian pada siswa melalui komputer, khususnya program power point, siswa  terlibat secara aktif dan mandiri untuk menemukan konsep perkalian sebagai bentuk deret dari penjumlahan dan pembagian sebagai bentuk deret pengurangan. Program power point yang telah dikemas dalam bentuk instruksi pengajaran sendiri berisi serangkaian contoh dan instruksi yang harus dikerjakan oleh siswa secara manual. Dalam program tersebut juga telah dilengkapi evaluasi untuk mengukur berapa proses kadar pemahaman siswa terhadap konsep yang akan diajarkan. Jadi peranan guru hanya sebagai fasilitator sehingga proses belajar lebih ditentukan oleh aktifitas siswa.
Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Perkalian Dan Pembagian Menggunakan Media Komputer Pada Siswa Kelas II SD Negeri 1 Pogung Kecamatan Cawas  Semester II Tahun ajaran 2010/2011.
B. Rumusan Masalah
Beberapa permasalahan yang berkaitan dengan latar belakang masalah dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
1. Apakah mengajar dengan menggunakan media komputer pada siswa kelas II SD Negeri 1 Pogung Kecamatan Cawas Kab. Klaten Semester II  Tahun Pelajaran 2010/2011 Materi perkalian dan pembagian dapat meningkatkan hasil belajar ?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan di atas maka tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui apakah mengajar dengan menggunakan media komputer dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas II SD Negeri 1 Pogung Kecamatan Cawas Kab. Klaten Semester II  Tahun Pelajaran 2010/2011 pada materi perkalian dan pembagian.
2. Mengetahui apakah mengajar dengan menggunakan media komputer dapat meningkatkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran matematika.
LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN
A. Landasan Teori
1.Matematika SD
Bagian inti matematika di SD mencakup aritmatika, pengantar aljabar, geometri, pengukuran dan kajian data (statistika). Penekanan matematika SD terletak pada penguasaan bilangan yang didalamnya termasuk berhitung. Karena sifatnya masih anak-anak, sebaiknya matematika di SD disampaikan dalam bentuk permainan atau nyanyian yang sebelumnya telah dikenal siswa, hal ini bertujuan agar anak merasa senang belajar matematika. Melalui permainan dan nyanyian siswa belajar dengan penuh kegembiraan dan penuh semangat, baru kemudian menumbuhkan kemampuan logika secara sederhana. Hal ini berarti bahwa dalam menyampaikan materi matematika SD tidak cukup bagaimana menyampaikan materi kepada siswa dan bagaimana agar siswa dapat menyelesaikan soal, namun justru terletak pada bagaimana anak memiliki logika secara sederhana untuk menemukan sendiri cara penyelesaiannya dan sikap yang baik ketika belajar matematika.
Sutrisman Murtadho dan Tambunan (1987 : 24) mendefinisikan matematika sebagai ilmu yang dapat membantu manusia menafsirkan secara eksak berbagai ide dan kesimpulan-kesimpulan serta dalam mengambil keputusan. Salah satu cara yang dapat digunakan guru untuk membuat siswa memahami dan mengerti konsep dalam matematika SD adalah dengan objek langsung kepada anak. Anak dikenalkan benda secara konkrit yang dihubungkan dengan konsep angka dan perhitungan. Objek langsung dalam matematika terdiri dari fakta, konsep, dan prinsip.Selain objek langsung dalam matematika juga terdapat objek tidak langsung yang terdiri dari mengalihkan perhatian, kemampuan menyelidiki, kemampuan pemecahan soal, disiplin diri, dan apresiasi terhadap struktur matematika. Setiap objek langsung pengajaran matematika tersebut memiliki tingkat kesulitan yang menuntut kemampuan kognitif yang berbeda, maka mengajarkan objek langsung dalam pengajaran matematika memerlukan strategi mengajar tersendiri yang sesuai dengan objek yang sedang dipelajari siswa.
2. Pengertian Media Komputer
a. Media Pembelajaran
Atwi Suparman (1997 ; 177) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan media adalah alat yang digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi dari pengirim kepada penerima pesan. Arife S Sadiman et al. (1996 :5) mengemukakan bahwa media pendidikan terdiri dari software dan hardware. Arief juga mengemukakan bahwa yang dimaksud perangkat komputer terdiri dari :
1) Software atau perangkat lunak
a) Orang (people) yakni orang-orang yang mempunyai keterampilan dan kemampuan tertentu di masyarakat. Misalnya : siswa, guru, kepala sekolah, tutor, petugas perpustakaan, tokok-tokoh masyarakat.
b) Pesan (message) adalah ajaran atau informasi yang akan dipelajari atau diterima oleh siswa atau peserta latihan. Misalnya : materi-materi, latihan, bidang studi.
c) Bahan (material) sering disebut perangkat lunak (software). Didalamnya terkandung pesan-pesan yang perlu disajikan baik dengan bantuan alat penyaji maupun tanpa alat penyaji. Contoh : buku bacaan, modul, majalah, transparansi, film bingkai, audio.
2) Alat (device) biasa disebut hardware atau perangkat keras.
a) Biasanya digunakan untuk menyajikan pesan. Contoh : proyektor film, video tape, radio, tv.
b) Teknik yaitu prosedur rutin atau acuan yang disiapkan untuk menggunakan alat, bahan, orang, dan lingkungan untuk menyajikan pesan. Misalnya : teknik demonstrasi, kuliah, ceramah, tanya jawab, pengajaran, terprogram, dan belajar sendiri.
c) Lingkungan (setting) semua kondisi yang memungkinkan siswa belajar, misalnya gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, pusat sumber belajar, museum, kebun binatang, rumah sakit, pabrik, dan tempat-tempat lain yang disengaja dirancang untuk tujuan lain, tetapi kita manfaatkan untuk belajar siswa atau yangdirancang untuk tujuan lain tetapi dimanfaatkan untuk belajar siswa-siswa kita.
Bahwa dalam menggunakan media pembelajaran dianjurkan untuk merencanakan secara sistematik agar pembelajaran berjalan efektif dan penggunaan media pembelajaranpun berjalan secara efektif pula. Pembelajaran efektif dengan menggunakan media perlu direncanakan dengan baik agar : 1) menumbuhkan minat peserta didik, 2) menyampaikan materi baru, 3) melibatkan peserta didik secara aktif, 4) mengevaluasi tingkat pemahaman peserta didik, 5) menetapkan tindak lanjut.
3. Materi Pelajaran Perkalian dan Pembagian Kelas II
a. Perkalian
Perkalian adalah penjumlahan berulang
Contoh :
3 x 4 = 4+4+4 = 12
4 x 2 = 2+2+2+2 = 8
Perkalian dua bilangan satu angka, contoh :
2 x 2 = 4
5 x 5 = 25
9 x 9 = 81
Pada perkalian berlaku sifat pertukaran, contoh :
3 x 5 = 5 x 3 = 15
6 x 8 = 8 x 6 = 48
Perkalian suatu bilangan dengan bilangan 1 hasilnya sama dengan bilangan itu sendiri, contoh :
3 x 1 = 3
6 x 1 = 6
Perkalian suatu bilangan dengan bilangan 0 hasilnya sama dengan 0.
contoh ;
7 x 0 = 0
2 x 0 = 0
Perkalian tiga bilangan satu angka, contoh :
2 x 2 x 2 = (4)x2 = 8
5 x 5 x 5 = (25)x5 = 125
b. Pembagian
Pembagian pada dasarnya merupakan pengurangan berulang hingga habis.
Pembagian merupakan kebalikan dari perkalian. Contoh
35 : 7 = 5 karena
35-7-7-7-7-7 = 0
Banyaknya angka 7 ada lima (5)
42 : 6 = 7
6 x 7 = 42
Pembagian berturut-turut tiga bilangan.
Contoh :
81 : 9 : 3 = 9 : 3 = 3
72 : 8 : 1 = 9 : 1 = 9
Perkalian dan pembagian sebagai hitung campuran.
Contoh :
63 : 9 = 7 x ….
4 x 2 = 64 : ….
B. Kerangka Berpikir
Penggunakan media komputer dalam pembelajaran diduga dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Ketepatan pemilihan dan penggunaan media dalam pembelajaran matematika akan berpengaruh terhadap kelancaran proses pembelajaran matematika. Untuk itu penggunaan media pembelajaran akan membantu siswa dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan dan membantu guru untuk menyampaikan materi pelajaran. Pembelajaran bermedia computer diduga dapat meningkatkan hasil belajar matematika.
C. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kerangka berpikir di atas maka hipotesis tindakan yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Jika pembelajaran matematika pokok bahasan perkalian dan pembagian menggunakan media komputer maka hasil belajar siswa akan meningkat.
METODE PENELITIAN
A. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas II SD Negeri 1 Pogung Kecamatan Cawas Kab. Klaten Semester II  Tahun Pelajaran 2010/2011. Adapun siswa yang menjadi objek penelitian sebanyak 17 anak
B.Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas II SD Negeri 1 Pogung Kecamatan Cawas Kab. Klaten Semester II  Tahun Pelajaran 2010/2011 dalam menyelesaikan soal matematika pada pokok bahasan perkalian dan pembagian dan penggunaan komputer.
C.Prosedur Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini direncanakan terdiri 2 siklus. Tiap siklus direncanakan 3 pertemuan. Tiap-tiap siklus direncanakan berkesinambungan, artinya proses dan hasil siklus I akan ditindak lanjuti dalam siklus 2. Prosedur penelitian tindakan kelas ini setiap siklus meliputi empat tahapan : a. Perencanaan (planning); b. Tindakan (acting);c. Observasi (observing);d. Refleksi (reflecting).
D. Data dan Cara Pengumpulan
Untuk memperoleh informasi yang valid dan reliabel dari pelaksanaan penelitian tindakan ini, maka perlu kelengkapan data, kualitas alat pengumpul data dan ketepatan alat analisanya.
1. Jenis data
a. Data hasil belajar siswa.
b. Data guru selaku peneliti.
c. Data keaktifan siswa.
2. Cara pengumpulan data
Cara pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini adalah :           
a. Melalui hasil tes.
b. Hasil pengamatan dari observer.
c. Hasil pengamatan dari peneliti.
E. Indikator Keberhasilan
Tolak ukur keberhasilan pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dapat
dilihat dari :
1. Nilai rata-rata kelas minimal 7,5.
2. Prosentase siswa yang memperoleh skor > 6,5 minimal 85 % dari 34 siswa  
    yang ada.
3. Keaktifan belajar siswa meningkat.

Posting Komentar

0 Komentar